BYD, kendaraan energi baru Cina terkemuka (VERSI BARU) produsen yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong (HKG: 1211) dan diperdagangkan secara over-the-counter (OTCMKTS: BYDDY), telah membuat langkah signifikan dalam lanskap otomotif Indonesia dengan meluncurkan kendaraan serbaguna serba guna serba listrik terbarunya (MPV), BYD M6.

Pengumuman tersebut disampaikan pada acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show ke-31 (GIIAS), menandai langkah penting dalam strategi perluasan pasar internasional BYD.
BYD M6 menonjol sebagai MPV pertama yang diperkenalkan oleh perusahaan di Indonesia dan merupakan MPV serba listrik pertama yang memasuki pasar lokal., Menurut BYDpernyataan resmi. Kendaraan ini ditawarkan dalam konfigurasi 7 kursi dan 6 kursi, harga bersaing antara Rp 379 juta dan Rp 429 juta.
Elang Zhao, Manajer Umum BYD Indonesia, menekankan bahwa peluncuran M6 mencerminkan komitmen BYD untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia akan solusi transportasi ramah lingkungan. Menariknya, M6 saat ini tidak tersedia di pasar dalam negeri BYD di Tiongkok, dimana sebelumnya perusahaan telah meluncurkan M6 bertenaga bensin pada tahun 2017 2010, model yang telah dihentikan.
BYD membuat keputusan strategis pada bulan Maret 2022 untuk menghentikan penggunaan kendaraan bermesin pembakaran dalam secara bertahap, fokus pada produksi kendaraan hibrida plug-in dan kendaraan listrik murni. Model MPV terbaru yang ditawarkan BYD di China adalah Song Max DM-i, diperkenalkan pada bulan Maret 2022; namun, itu tidak lagi terdaftar di situs resmi perusahaan.
Di bawah payung BYD Group, Model MPV utama yang saat ini mendominasi pasar Tiongkok adalah D9 bermerek Denza, yang telah melihat penjualan melebihi 10,000 unit per bulan selama empat bulan terakhir. Di bulan Juni saja, D9 diperhitungkan 10,186 unit terjual, mewakili 83% dari total penjualan bulanan Denza.

Selain M6, BYD juga memperkenalkan varian baru Dolphin dan Atto 3 di Indonesia—Dinamika Lumba-lumba dan BYD Atto 3 Maju. Terutama, Atto 3 dipasarkan sebagai Yuan Plus di Tiongkok.
Masuknya BYD ke pasar mobil penumpang Indonesia ditandai pada bulan Januari dengan peluncuran Seal, Lumba-lumba BYD, dan Atto 3 Model. Perusahaan memiliki rencana ambisius untuk berinvestasi $1.3 miliar di pabrik dengan kapasitas produksi 150,000 Kendaraan, dijadwalkan untuk mulai beroperasi pada 2026, seperti yang dikonfirmasi oleh pejabat setempat pada bulan Maret 20.
Sekarang, Kendaraan BYD yang dijual di Indonesia merupakan kendaraan impor, dengan perusahaan mengirimkan batch pertamanya 1,000 unit pada bulan Juli 2. BYD melaporkan penjualan 341,658 Nevs di bulan Juni, mencerminkan peningkatan dari tahun ke tahun sebesar 35.02% dan sedikit peningkatan 2.97% dari Mei. Penjualan luar negeri pada bulan yang sama mencapai 26,995 Unit, menunjukkan pertumbuhan substansial dari tahun ke tahun sebesar 156.22%, meskipun angka ini mewakili a 28.01% penurunan dibandingkan bulan Mei.
Ekspansi BYD di Indonesia tidak hanya memperkuat kehadiran globalnya namun juga menggarisbawahi dedikasi perusahaan dalam mempromosikan solusi mobilitas berkelanjutan di pasar negara berkembang.. Pengenalan M6 dan model NEV lainnya di Indonesia sejalan dengan visi BYD untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih., masa depan yang lebih hijau melalui teknologi kendaraan listrik yang inovatif.
